Yey Anjingku Sembuh
Refleksi kisah Tuhan Yesus meredakan badai.
by Kiva
Read the story text
Yey Anjingku Sembuh
Biasanya saat pulang ke rumah, anjingku, Mochi, selalu menyambut di depan pintu pagar dan menggigit sepatu kami. Tetapi kali ini berbeda dari biasanya, ia hanya duduk menunggu kami turun dari motor.
''Mama! Mama! Mochi kenapa?'' ucap adikku panik. Kulihat Mochi lemas sekali, ku usap bulunya dengan rasa khawatir. Mama memeriksa Mochi, ''jangan-jangan Mochi kena parvo". Aku sangat ketakutan karena seingatku parvo adalah virus mematikan.
Mama segera menelpon temannya untuk mencari pertolongan . Setelah menutup telfon, mama memasak 3 butir telur sesuai arahan temannya.
Aku sangat ketakutan membayangkan Mochi mati. Dadaku terasa sesak melihatnya terkulai lemas karena Mochi adalah anjing kesayanganku dan teman bermainku. Aku memperhatikan mama yang sedang memberikan 3buah telur yang sudah di masak kepada Mochi. Dalam hatiku berdoa supaya Mochi bisa sembuh dan sehat kembali.
Mama menyuruh kami untuk tidur siang. Namun, aku tidak ingin tidur. Pikiranku terus tertuju kepada Mochi. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya. Hatiku terasa gelisah dan aku terus memikirkan keadaan Mochi. "Tuhan sembuhkan Mochi" gumamku sampai akhirnya, tanpa kusadari, aku tertidur juga.
Saat bangun, aku langsung mencari tahu keadaan Mochi. Mama ternyata sudah lebih dulu melihatnya. Dengan wajah bahagia, Mama berkata, "Mochi sudah sehat!" Aku sangat terkejut sekaligus senang mendengar kabar itu. Aku dan Elyn saling tersenyum bahagia. Rasanya seperti mendapat hadiah yang sangat indah. Aku bersyukur kepada Tuhan karena Mochi sudah sembuh. Setelah itu, Mama mengajak kami jalan-jalan bersama Mochi. Aku pun segera bersiap dengan penuh semangat. Hari itu terasa sangat menyenangkan karena Mochi bisa kembali bermain bersama kami.
Sharing
Hint: Share your story using this link
